
Masih buanyak judul lain yang udah lama gak ditonton, yang menariknya film-film itu ditonton layaknya … penonton… karena suka aja, ato mikir …”bagus nih kayaknya”.
Keadaan agak beda sekarang, karena sekarang ada beberapa kriteria-kriteria dalam rangka referensi / knowledge, dan akhirnya ada tumpukan DVD wajib yang ampe sekarang tak kunjung selesai. Ato tawaran dari teman … kadang kalo menggeleng *belum nonton*, langsung dihajar “lo belum nonton ???”. Seakan-akan haram kalo belum nonton ‘tu pelem.
Belum lagi teman-teman yang bisa aja nemuin DVD aneh entah darimana. Dari berbagai negara, tema unik, cerita jangan tanya. Sampe-sampe ada film-film yang bener-bener bikin kening berkerut dan jujur … seringkali saya nggak suka dan nggak ngerti juga apa maksudnya, tapi karena wajib ya hajar … lagian nanggung rasanya kalo udah liat tapi nggak dikelarin, karena kadang-kadang entah gambar ato selentingan adegan atau karakterisasi atau plot bisa jadi memori berharga di satu saat.
Pernah nonton satu film di celestial movie, gak dari awal, tapi karena menarik ya diterusin. Besok paginya pas lagi story-meeting, seorang producer cerita referensi film tapi ga inget judulnya, ingetnya cuma ada satu pria cina lagi gelendingin ban truk yang di dalamnya diikat mayat temannya. Kebetulan banget, itu film yang ditonton semalam ! Jadi ngobrol panjang deh.
… terlepas dari pentingnya nonton film sebanyak mungkin, ada kalanya saya suka membuka kembali tas VCD film-film lama yang saya suka tanpa embel-embel. Nah, salah satunya yang baru aja ditonton lagi: As Good As It Gets…
Film ini begitu menyihir saya karena situasinya menggelikan, seorang penderita OCD yang tingkahnya menyebalkan sehingga nggak disukai banyak orang, seorang gay yang sedang dalam krisis keuangan parah, seorang pramusaji yang terbeban dengan penyakit anaknya.
Tiga karakter yang sama-sama berada dalam krisis ini bertemu dan pada akhirnya saling “menyelamatkan” walau tanpa disadari … dialog dan permainan aktingnya enak sekali diikuti, keresahan dan ketakutan masing-masing karakter terasa, plus musik Hans Zimmer yang ceria berayun-ayun seperti langkah aneh Melvin (Jack Nicholson) ketika berjalan di trotoar kota.
0 comments:
Poskan Komentar