Selasa, 14 Juli 2009

DRIVING MISS DAISY


Hari itu saya kepagian untuk sebuah meeting, untung ketemuannya di daerah Mangga Dua, yang berarti bisa berburu DVD dulu. Udah lupa kapan terakhir kesini khusus untuk berburu. Ke MangDu emang unik, karena kita nggak pernah tahu bakal dapet DVD apa atau bisa juga nggak dapet apa-apa. Waktu kuliah dulu, saya sering bawa list, tapi nggak pernah dapet yang dicari. Begitu nggak bawa list dan tanpa target, malah dapet yang unik-unik. 

Kali ini saya habis 50.000 aja, (modal dari jadi petugas KPPS di Pilpres kemarin). Salah satu filmnya justru saya kenal lewat score-nya Hans Zimmer, DRIVING MISS DAISY, lalu film Perancis THE DRIVING BELL AND THE BUTTERFLY yang DP-nya Janusz Kaminski. Film wajib DOCTOR ZHIVAGO (David Lean) dibeli lagi karena yang dulu rusak, lalu yang udah lama dicari THANK YOU FOR SMOKING yang kebetulan  temanya dibahas di Kompas esok harinya, terus film wajib dari Guillermo Del Toro THE ORPHNAGE yang udah direkomendasi temen-temen.

DRIVING MISS DAISY adalah film yang memenangkan BEST PICTURE tahun 1989, kisahnya diadaptasi dari drama panggung dengan judul sama. Kisahnya sangat sederhana, tentang seorang nenek galak yang menjalin persahabatan tahap demi tahap dengan seorang supir tua hingga bertahan begitu lama. Miss Daisy dimainkan oleh Jessica Tandy dan sang supir Hoke oleh Morgan Freeman.

Sudah lama rasanya nggak ngerasain perasaan puas dan ‘terbuai’ saat menonton. Film ini juga mengingatkan saya pada audio commentary LITTLE MISS SUNSHINE (Jonathan Dayton & Valerie Faris) yang dengan ringan mendefiniskan cerita yang character driven sebagai “plotnya nggak akan enak diikuti atau bakal biasa aja, kalo tidak dijalani oleh karakter-karakter ini …”

0 comments: